Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 11 Maret 2017

Perbedaan PBT-TEOFL dengan CPT-TOEFL

Haii Bloggers……..
Kali ini saya update mengenai “Perbedaan PBT-TEOFL dengan CPT-TOEFL” guna memenuhi tugas softskill Bahasa Inggris Bisnis 2. Semoga bisa bermanfaat juga buat bloggers semua yang ingin tahu perbedaan kedua jenis TOEFL tersebut……

Perbedaan Paper Based Test TEOFL dengan Computer Based Test TOEFL :

PBT-TOEFL atau Paper Based Test TOEFL atau dalam bahasa kita adalah tes TOEFL berbasis kertas. Seperti namanya, tes ini dilakukan di atas kertas dengan tiga sesi ujian yaitu Listening, Structure, dan Reading. Jenis TOEFL ini memiliki rentang nilai atau skor dari 310 hingga 677 sebagai nilai paling maksimum. Tes ini berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam. Saat ini, PBT-TOEFL sudah tidak diberlakukan lagi di lingkup internasional, kecuali beberapa negara saja. Namun, ada banyak instansi lokal di Indonesia yang masih mau menerima hasil score PBT-TOEFL.

Sedangkan, CPT-TOFL atau Computer Based Test TOEFL atau tes TOEFL berbasis komputer. Tes ini menggunakan perangkat lunak resmi yang diterbitkan oleh ETS sebagai media pengujian. Dengan kata lain, peserta ujian mengerjakan soal-soal ujian TOEFL berbasis komputer. Pada tes jenis ini terdapat empat sesi ujian yaitu Listening, Structure, Reading, dan Writing. Selain itu, tes ini berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam. CBT-TOEFL memiliki rentang nilai antara nol hingga 330 sebagai nilai paling tinggi.

Sumber :

Nama   : Ainul Mawaddah
NPM   : 10213491
Kelas   : 4EA17
Matkul : Bahasa Inggris Bisnis 2

Minggu, 01 Januari 2017

Penertiban PKL di Sebrang Jalan Stasiun Tanah Abang

Haii Bloggers……..
Kali ini saya update mengenai “Penertiban PKL di Sebrang Jalan Stasiun Tanah Abang” guna memenuhi tugas softskill Etika Bisnis. Semoga bermanfaat buat bloggers semuaaa…

PENDAHULUAN
Akhir-akhir ini banyak sekali berita penggusuran Pedagang Kaki Lima atau PKL di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pemerintah kota Jakarta ingin wilayah Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia menjadi bersih dan tertata rapih seperti ibu kota negara-negara lain. Selain itu pemerintah kota Jakarta juga ingin kota Jakarta terbebas dari kemacetan lalu lintas, bebas dari wilayah kumuh, pengemis dan pengamen. Untuk itu langkah yang dilakukan oleh pemerintah kota Jakarta yaitu dengan melakukan penggusuran pedagang kaki lima yang berjual bukan pada tempatnya seperti dipinggir jalan atau badan jalan dan trotoar yang bisa menimbulkan kemacetan jga karena lahan jalan untuk jalan kendaraan terpakai sedikit untuk berjualan. Dalam penulisan ini penulis mengambil contoh kasus penggusuran PKL di sebrang stasiun kereta api di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dimana penggusuran tersebut terjadi pada jumat, 3 juni 2016.

TEORI
ETIKA BISNIS
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1.      Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
2.      Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3.      Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.


UTILITARIAN
Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. "Utilitarianisme" berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). Utilitarianisme sebagai teori sistematis pertama kali dipaparkan oleh Jeremy Bentham dan muridnya, John Stuart Mill (1748-1832). Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak.

I       Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
a.       MANFAAT
b.      MANFAAT TERBESAR
c.       MANFAAT TERBESAR BAGI SEBANYAK MUNGKIN ORANG

II         Nilai Positif Etika Utilitarianisme
a.       Rasionalitas
b.      Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral
c.       Universalitas

III         Utilitarianisme sebagai proses dan standar penilaian
a.    Etika utilitarianisme digunakan sebagai proses untuk mengambil keputusan, kebijaksanaan, atau untuk bertindak.
b.  Etika utilitarianisme sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan.

IV      Analisis Keuntungan dan Kerugian
a.     Keuntungan dan kerugian, cost and benefits, yang dianalisis tidak dipusatkan pada keuntungan dan kerugian perusahaan.
b.      Analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dalam kerangka uang
c.       Analisis keuntungan dan kerugian untuk jangka panjang

V       Kelemahan Etika Utilitarianisme
Satu rangkaian masalah dalam kaitannya dengan utilitarianisme terfokus pada hambatan-hambatan yang dihadapi saat menilai atau mengukur utilitas, yaitu:
1.   Bagaimana nilai utilitas (manfaat) dari berbagai tindakan yang berbeda pada orang-orang yang berbeda dapat diukur dan dibandingkan seperti yang dinyatakan dalam utilitarianisme.
2.      Biaya dan keuntungan tertentu tampak sangat sulit dinilai.
3.   Karena banyak keuntungan dan biaya dari suatu tindakan tidak dapat diprediksi dengan  baik, maka penilaiannya pun juga tidak dapat dilakukan dengan baik.
4.    Sampai saat ini masih belum jelas apa yang bisa dihitung sebagi keuntungan dan apa yang bisa dihitung sebagai biaya.
5. Asumsi utilitarian menyatakan bahwa semua barang adalah dapat diukur atau dinilai mengimplikasikan bahwa semua baang dapat diperdagangkan.

ANALISIS

KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA

(Pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang kembali marak jelang bulan Ramadhan, Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2016). PKL paling banyak berada di seberang Stasiun Tanah Abang.)

JAKARTA, KOMPAS.com — Pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang kian marak jelang Ramadhan. Para PKL itu mengokupasi trotoar dan jalan di Tanah Abang.
PKL Tanah Abang didominasi oleh pedagang pakaian. Setelah itu, pedagang minuman kopi dan makanan. Letak PKL Tanah Abang hampir di sekeliling pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu.
Letak PKL yang paling banyak ada di seberang Stasiun Tanah Abang. Sebagian besar PKL di tempat itu berjualan pakaian. Dagangan mereka menutupi trotoar untuk pejalan kaki.
Bahkan, ada beberapa pedagang yang memakan badan jalan. Akhirnya, pejalan kaki pun terpaksa melintas di luar trotoar.
Adi (29), salah satu PKL pakaian di Tanah Abang, mengatakan terpaksa berjualan di trotoar dan badan jalan lantaran banyak pembeli. Ia pun tahu aturan dan risiko berjualan di tempat tersebut.
"Pembelinya banyak karena letaknya strategis di depan stasiun," kata Adi saat berbincang dengan Kompas.com di Jakarta, Jumat (3/6/2016).
Terlebih lagi menjelang Ramadhan. Menurut Adi, pembeli akan semakin banyak lantaran Tanah Abang akan diserbu pengunjung.
Nuni (45), salah seorang pembeli, mengungkapkan beberapa alasan membeli dagangan PKL Tanah Abang. Salah satunya yaitu tidak perlu berdesak-desakkan dan berjalan jauh ke Pusat Grosir Tanah Abang. Harga di PKL pun lebih menggiurkan.
"Kalau enggak ada barang bagus, baru saya ke sana. Tapi kayaknya sih sama aja di PKL barangnya," kata Nuni.
Pantauan Kompas.com, ada dua mobil Satpol PP di depan Stasiun Tanah Abang. Namun, tak ada satu pun petugas Satpol PP di dalam mobil tersebut. Petugas Satpol PP hanya terlihat di beberapa titik Pusat Grosir Tanah Abang. Selain itu, tak ada penertiban yang dilakukan oleh petugas.
Sebelumnya, kericuhan mewarnai rencana penertiban PKL di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (2/6/2016).
Sejumlah pedagang dibantu warga sekitar melakukan perlawanan sehingga menyebabkan personel Satpol PP terluka dan batal melakukan penertiban.
"Tadi pedagang bersama warga melakukan perlawanan dan beberapa anggota kami dipukul, maka kami putuskan mundur," kata Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Iyan Sophian Hadi.

Berikut hasil analisisnya :

Kalau dilihat dari sisi utilitariannya PKL tersebut memang ada sisi positifnya bagi masyarakat karena posisinya yang dekat dengan lingkungan masyarakat lebih tepatnya di stasiun kereta yang banyak dilalui oleh masyarakat, jadi kalau ada yang butuh sesautu secara mendadak harus dipenuhi kebutuhannya bisa langsung datang ke PKL yang menjual kebutuhan tersebut, terlebih harganya bisa lebih murah jika dibandingkan dengan membelinya di minimarket atau supermarket.

Tetapi selain sisi positif PKL juga memiliki sisi negatif yakni dengan berjualan di sebrang jalan stasiun lebih tepatnya di pinggir jalan stasiun atau trotoar bisa mengakibatkan jalanan ataupun trotoar tempat mereka berjualan tersebut menjadi kotor dan kelihatan kumuh, membuat tatanan jalan stasiun  jadi tidak bagus atau tidak rapih, dan juga jika berjualanyya di trotoar jalan stasiun akan memakan lahan para pejalan kaki untuk berjalan kaki di trotoar stasiun tersebut, serta jika berjualannya dipinggiran jalan stasiun bisa menimbulkan kemacetan karena para pembeli di PKL tersebut akan berkerumunan menghampiri PKL tersebut. Selain sisi negatif bagi masyarakat, PKL juga memiliki sisi negatif juga bagi pemerintah krena bisa menghambat pemerintah untuk menjalankan tugasnya untuk menertibkan dan menata jalan agar bersih dan tidak kumuh. Juga bagi para pesaing seperti minimarket, supermarket atau pun pedagang-pedagang lain selain PKL, kehadirkan PKL juga dapat merugikan mereka karena PKL bisa menjual barang dagangnya dengan harga jauh lebih murah dibandingkan dengan para pesaing-pesaingnya yang lain.

Meski demikian saran dari saya seharunya pemerintah kota Jakarta juga tidak hanya melakukan penggusuran kepada pedagang kaki lima atau PKL tersebut tetapi juga bisa memberikan solusi dimana PKL tersebut bisa berjualan tanpa harus melanggar peraturan yang telah dibuat dengan berjualan dipinggir jalan. Memberikan solusi tersebut misalnya bisa dengan cara menyediakan tempat bagi para PKL untuk berjualan sehingga mereka setelah digusur tidak merasa kehilangan tempat untuk berjualan lagi, karena jika tidak mereka tidak bisa berjualan lagi alhasil mereka bisa merasa kehilangan peluang untuk mencari rejeki secara halal akibatnya mereka memilih cara yang tidak halal untuk mencari rejeki seperti mencuri, merampok, dan tindak criminal lainnya. Selain bisa menambah angka kriminalitas di Jakarta, hal tersebut juga bisa menambah angka kemiskinan di Jakarta.

REFERENSI

Nama   : Ainul Mawaddah
NPM   : 10213491
Kelas   : 4EA17
Matkul : Etika Bisnis


Jumat, 11 November 2016

Pencemaran dan Etika Bisnis Peternakan Sapi

Haii Bloggers……..
Kali ini saya update mengenai “Pencemaran dan Etika Bisnis Peternakan Sapi” guna memenuhi tugas softskill Etika Bisnis. Semoga bermanfaat buat bloggers semuaaa…

PENDAHULUAN
Dalam berbisnis sebaiknya para pebisnis juga memperhatikan lingkungan sekitar bisnis tersebut, termasuk pencemaran yang akan ditimbulkan bagi lingkungan sekitar bisnis, dalam dunia bisnis yang kita kenal ada yang namanya analisis dampak lingkungan atau AMDAL. Bisnis yang sering menimbulkan pencemaran bagi lingkungan selain industry (psbrik), yaitu bisnis pertanian dan peternalan. Pertanian dan peternakan yang dijalankan dengan cara bisnis besar-besaran tidak terluput lagi dari pencemaran. Terutama peternakan selain limbah kotoran hewan, kebisingan suara hewan, serta baunya terlebih jika kandang jarang dibersihkan. Oleh karena itu penulis ingin mengambil kasus peternakan sapi yang posisinya dekat dengan rumah penulis, jadi penulis bisa merasakan sendiri dampak dari pencemarannya.

TEORI
PENCEMARAN DAN ETIKA LINGKUNGAN
Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
Terdapat 3 (tiga) pandangan teori mengenai etika lingkungan, sebagaimana diuraikan sebagai berikut:
1.      Teori Antroposentrisme
Teori ini memandang manusia sebagai pusat dari system alam semesta. Manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitannya dengan alam, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Segala sesuatu yang lain di alam semesta ini hanya akan mendapat perhatian dan nilai sejauh menunjang kepentingan manusia. Bagi teori ini etika hanya berlaku bagi manusia, segala tuntutan terhadap kewajiban dan tanggungjawab moral manusia terhadap lingkungan hidup dianggap sesuatu yang berlebihan, kalaupun ada itu semata-mata demi memenuhi kepentingan sesama manusia.
Teori semacam ini dinilai bersifat instrumentalistik (karena meng­anggap pola hubungan manusia dan alam dilihat hanya dalam relasi instru­mental, kalaupun peduli demi memenuhi kebutuhan manusia) dan egoistis (karena hanya mengutamakan kepentingan manusia).
2.      Teori Biosentrisme
Teori ini menganggap alam mempunyai nilai pada dirinya sendiri lepas dari kepentingan manusia. Ciri etika ini adalah biocentric, karena menganggap setiap kehidupan dan makhluk hidup mempunyai nilai dan berharga pada dirinya sendiri. Alam perlu diperlakukan secara moral terlepas dari apakah ia berguna atau tidak bagi manusia. Sehingga etika tidak lagi dipahami secara terbatas pada komunitas manusia, namun berlaku juga bagi seluruh komunitas biotis, termasuk komunitas makhluk hidup lain.
3.      Teori Ekosentrisme
Etika ini memusatkan pada seluruh komunitas ekologis baik yang hidup maupun tidak, karena secara ekologis makhluk hidup dan benda-benda abiotis lainnya saling terkait satu sama lain. Salah satu versi yang terkenal dari teori ini adalah Deep Ecology.
Teori ini memusatkan perhatian pada kepada semua spesies, termasuk spesies bukan manusia, dan menekankan perhatiannya pada jangka panjang, dan tak kalah pentingnya merupakan gerakan diantara orang-orang yang mempunyai sikap dan keyakinan yang sama, mendukung suatu gaya hidup yang selaras dengan alam, dan sama-sama memperjuangkan isu  lingkungan dan politik.
ETIKA BISNIS
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1.      Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
2.      Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3.      Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
AMDAL
Analisis dampak lingkungan (bahasa Inggris:Environmental impact assessment) atau Analisis mengenai dampak lingkungan (di Indonesia, dikenal dengan nama AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural. Dasar hokum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang “Izin Lingkungan Hidup”.

ANALISIS
Analisis mengenai pencemaran yang ditimbulkan dari sebuah bisnis peternakan sapi, penulis menggunakan pendekatan analisis dampak lingkungan atau AMDAL serta jika dikaitkan dengan etika bisnis. Peternakan merupakan suatu bisnis yang rentan dengan pencemaran. Berikut dampak negatif dan positifnya.
Dampak negatif dari pencemaran yang berdampak buruk bagi warga sekitar dari bisnis peternakan sapi, seperti dampak dari kotoran sapi tersebut jika kotorannya menumpuk atau jarang dibersihkan akan menimbulkan bau kotoran bagi warga yang melewati kandang peternakan sapi tersebut, terlebih jika ampas tahu makanan sapi tersebut ingin dibawa ke kandang sapi akan menimbulkan bau yang sangat tidak sedap yang bisa tercium oleh warga karena posisi kandang peternakan sapi tersebut berada di tengah-tengah rumah warga. Selain menimbulkan bau yang tidak sedap juga bisa menimbulkan lalat di depan rumah warga sekitar. Suara sapi-sapi tersebut juga sering terdengar ke rumah-rumah warga dan terkadang suka menggnggu. Selain itu, saluran air got menjadi tercemar karena saat kandang dibersihkan air yang telah dipakai untuk membersihkan kandang tersebut mengalir ke saluran air got yang letaknya pinggir jalan alhasil saluran air got tersebut menjadi tercemar warna air got tersebut berwarna hijau dan mengeluarkan bau seperti bau kotoran sapi sehingga banyak lalat. Keadaan tersebut, bisa menimbulkan penyakit bagi warga sekitar karena lingkungan yang tidak sehat seperti banyak lalat dan saluran air got yang tercemar. Jika dilihat dari analisis dampak lingkungan atau AMDAL, maka bisnis tersebut saya anggap kurang dalam melakukan kajian mengenai dampak besar bisnis tersebut bagi lingkungan. Dan jika dikaitkan dengan etika bisnis, jika dalam bisnis tersebut banyak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar maka etika bisnisnya kurang baik. Untuk menilai etika bisnisnya maka kita tidak boleh jika hanya melihat dari satu sisi yaitu sisi negatifnya saja tetapi kita harus lihat juga apa dampak positif dari bisnis tersebut.
Dari sisi positif, peternakan sapi tersebut memiliki keuntungan bagi masyarakat sekitar seperti bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi susu sapi murni masyarakat bisa langsung datang ke tempat peternakan tersebut. Kotoran sapi tersebut meskipun itu termask limbah tetapi bisa diolah menjadi pupuk non organikb yang bagus buat tanah dan biasa digunakan oleh para petani atau orang yang suka berkebun untuk menyuburkan tanamannya, dan jika kotoran sapi tersebut tidak sengaja terdapat di tanah sekitar keliling kandang dan kotoran sapi tersebut mongering, maka bisamenyuburkan tanah sekeliling kandang. Bagi warga yang ingin melakukan penelitian atau observasi mengenai peternakan sapi bisa langsung datang ke peternakan tersebut karena keadaan peternakan yang terbuka. Ternyata jika dilihat lebih dalam lagi bisnis peternakan sapi tidak hanya memberikan dampak negatif bagi lingkungan akibat pencemaran yang dihasilkan tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Oleh sebab itu etika bisnis yang terdapat dalam kasus bisnis peternakan sapi tersbut jika dilihat dari berbagai aspek dan penilaian negatif dan positifnya bisnis tersebut layak tetapi untuk lebih mengedepankan etika bisnisnya perlu dikaji lagi mengenai kegiatan bisnis yang dilakukan seperti bagaimana cara menanggulangi saluran air yang sudah tercemar, serta mengatasi berbagai macam permasalahan lainnya.
Menurut saya sebelum memulai bisnis kita harus terlebih dahulu mencari tahu apa dampak negatif dan positif bagi lingkungan sekitar, lalu bagaimana dengan etika bisnisnya apa bisnis tersebut memiliki etika bisnis yang baik atau malah sebaliknya. Jika perlu sebelum memulai usaha terlebih dahulu melakukan kajian mengenai dampak besar usaha tersebut bagi lingkungan, sebagai langkah awal juga untuk mendapatkan rekomendasi izin usaha.

REFERENSI

Nama   : Ainul Mawaddah
NPM   : 10213491
Kelas   : 4EA17
Matkul : Etika Bisnis





Selasa, 01 November 2016

Kecurangan dalam Berdagang

Pendahuluan
Dalam menekuni sebuah usaha entah itu berdagang sebuah barang atau jasa, semua pelaku usaha pasti ingin mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya. Unruk mendapatkan keuntungan banyak para pelaku usaha berlomkba-lomba mewlakukan berbagai cara agar dapat menarik para konsumen unruk membeli atau menggunakan produknya, ironisnya untuk menarik konsumen banyak pelaku usaha yang berbuat curang agar keuntungan yang didapat bisa berlebih dari yang biasa mereka dapatkan. Tidak dapat dipungkiri saat ini banyak pelaku usaha yang ingin produk yang dijualnya cepat laku mereka mwmbwrikan diskon sebesar-besarnya terutama pada hari-hari besar tertentu seperti saat menjelang lebaran tiba tidak tanggung-tanggung diskon yang diberikan bisa mencapai 75%, tetapi sebelum harga tersebut dicantumkan lebel diskon harga produk tersebut sebelumnya sudah dinaikkan terlebih dahulu, ini jelas pelaku usaha tersebut telah menipu konsumennya. Sedangkan didalam etika bisnis sorang pelaku usaha seharusnya dalam brbisnis itu harus jujur dan bertanggungjawab. Hal tersebut yang akan dibahas pada tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat.

Teori
Pengertian Diskon
Diskon menurut McCarthy adalah pengurangan dari harga tercatat yang diajukan penjual kepada pembeli yang apakah tidak melakukan fungsi pemasaran tertentu atau melakukan fungsi pemasaran atau melakukan sendiri fungsi itu. Sedangkan menurut Kotler, diskon yaitu penyesuaian harga dasar untuk memberikan penghargaan pada pelanggan atas reaksi-reaksi tertentu, seperti pembayaran tagihan lebih awal, volume pembelian, dan pembelian di luar musim.
Jenis-jenis Diskon
Dari pendapat ahli mengenai pengertian diskon diatas, selanjutnya McCarthy dan Pereault membagi diskon menjadi :
a.       Quantity Discount yaitu penawaran diskon untuk mendorong para pelanggan membelin dalam jumlah yang lebih besar.
b.      Cumulative Quantity Discount yaitu diskon yang diterapkan dalam pembelian selama periode tertentu dan biasanya diskon tersebut meningkat ketika jumlah pembelian juga meningkat.
c.       Noncumulative Quantity Discount yaitu diskon yang hanya berlaku untuk pesanan individual.
d.      Seasonal Discount yaitu  diskon yang ditawarkan untuk mendorong para pembeli menyimpan sediaan lebih awal ketimbang yang diperlukan saat ini.
e.       Cash Discount yaitu pengurangan harga untuk mendorong pembeli membayar tagihan mereka dengan cepat.
f.       2/10, Net 30 berarti bahwa penjual memberikan potongan dua persen dari harga resmi yang tercantum dalam faktur apabila pembeli melunasi tagihan dalam 10 hari. Jikja tidak, nilai penuhnya harus dibayar dalam 30 hari.
g.      Discount Fungsional yaitu pengurangan harga tercatat yang diberikan kepada anggota saluran atas pekerjaan yang akan mereka lakukan.
h.      Sale price yaitu potongan harga temporer dari harga tercatat atau resmi.
Tujuan Penetapan Diskon
Menurut Sutisna tujuan pemberian diskon adalah :
1.      Mendorong pembeli dalam jumlah besar
2.      Mendorong agar pembeli dapat dilakukan dengan kontan atau waktu yang lebih pendek
3.      Mengikat pelanggan agar tidak berpindah ke perusahaan lain

Pembahasan
Pada saat menjelang hari-hari besar seperti saat menjelang hari lebaran banyak sekali pelaku-pelaku usaha yang memberikan diskon pada produk yang dijualnya. Hal tersebut mereka lakukan karena mmenjelang hari-hari besar tersebut tingkat penjualan mereka akan bertambah, agar konsumen mereka lebih loyal lagi terhadap mereka maka mereka memberikan potongan harga untuk membuat konsumen lebih tertarik berbelanja lebih banyak lagi di tempat mereka. Tempat-tempat usaha seperti Robinson dan Carefour juga melakukan hal tersebut, pada hari-hari biasa mereka juga menetapkan diskon tetapi saat menjeang hari-hari besar diskon yang ditawarkan akan bertambah tinggi membuat para konsumen semakin tergiur, apalagi kalangan para ibu-ibu rumah tangga yang senang melihat diskon.
Begitu pula dengan ibu saya dan saya sendiri senang jika ada diskon apalagi kalau diskon tersebut diberikian pada barang yang ingin saya beli. Pengalaman saya saat berbelanja menjelang hari lebaran idul fitri tiba, saya dan ibu saya pergi berbelanja ke Robinson sampai disana kami melihat ada harga sepatu yang didiskon sampai sekitar 70% setelah dipotong harganya menjadi Rp 100.000 sekian, namun beberapa hari setelahnya belum mencapai satu minggu hanya selang sekitar 2 atau 3 hari, saya dan ibu saya pergi ke carefour setelah sampai disana saya dan ibu saya melihat sepatu dengan merek yang sama diberikan diskon yang sama sekitar 70% tetapi harga setelah dipotong jadi berbeda dengan harga di robinson sekitar Rp 90.000. Dan setelah di cek ternyata harga sebelum didiskonnya berbeda sangat signifikan bedanya hingga mencapai Rp 10.000 lebih sekian, jadi saya menarik kesimpulan bahwa di Robinson sebelum memberikan diskon harga tersebut sudah dinaikkan. Mungkin itu termasuk dalam taktik atau strategi penjualannya tetapi menurut saya perbedaan harga yang lumayan itu yang menjadi masalah dan saya sebagai konsumen merasa kecewa berbelanja di robinson karena setelah tahu bahwa mereka sebelum memberikan diskon harganya telah dinaikkan terlebih dahulu dengan kenaikan yang cukup lumayan menurut saya.

Referensi

Nama   : Ainul Mawaddah
NPM   : 10213491

Matkul : Etika Bisnis

Minggu, 23 Oktober 2016

Iklan Pepsi yang Menjatuhkan Produk Pesaing (Coca-Cola)

Haii Bloggers....................
Kali ini saya mengupload mengenai sebuah iklan yang menjatuhkan produk pesaingnya dalah tulisan saya ini, saya mengambil contoh kasus iklan Pepsi yang menjatuhkan produk pesaingnya yakni Coca-Cola. Semoga bermanfaat buat bloggers semuaaaa.......

Pendahuluan
Pada masakini disaat banyaknya para produsen yang saling bersaing untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya, banyak produsen yang saling menjatuhkan dengan para pesaingnya. Salah satu contoh yang menarik yaitu persaingan dua produsen minuman bersoda antara Coca-Cola dan Pepsi. Banyak sekali iklan-iklan Pepsi dan Coca-Cola yang saling menjatuhkan dengan cara saling membuat sebuah gambaran atau ilustrasi pada iklannya yang sangat merendahkan salah satu produk lawannya.
Persaingan ketat antara Coca-Cola dan Pepsi sangat melegenda. Perang antar keduanya benar-benar memanas saat Pepsi menggelar `Pepsi Challenge` pada 1975. Kala itu, sejumlah masyarakat mengikuti `blind test` atau tes dengan mata tertutup. Dalam keadaan tersebut, para peserta disuguhkan dua minuman soda, Coca-Cola dan Pepsi.
Faktanya cukup mencengangkan, kala itu sebagian besar peserta tes justru memilih Pepsi dibandingkan Coca-Cola. Alhasil Coca-Cola mengalami penurunan pangsa pasar hingga sepuluh tahun sejak `blind test` tersebut digelar.
Tak berhenti sampai disitu, dua merek tersebut terus bergulat hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. Pertarungan tersebut kini merambah media sosial dan membuatnya kian memanas.
Berikut contoh iklannya:
Jika dilihat dari sejarahnya, minuman bersoda Coca-Cola lahir pada 1886 saat John S. Pemberton mengembangkan resep asli untuk minuman bersoda. Pepsi Cola lahir 13 tahun kemudian dari tangan seorang ahli farmasi, Caleb Bradham.
Pada 1898, saat Pepsi baru memulai produksinya, Coca-Cola telah menjual produknya sebanyak satu juta galon per tahun. Dua tahun setelah Pepsi berdiri, Coca-Cola bahkan telah mampu membayar selebritis untuk mengiklankan produknya.
Selama hampir dua puluh tahun sejak berdiri, Coca-Cola terus berinovasi sementara Pepsi masih harus berhadapan dengan berbagai tantangan di dunia bisnis profesional.
Pada 1923, saat Coca-Cola mengembangkan botol minuman soda terbarunya, Pepsi justru jatuh bangkrut. Ironisnya, Coca-Cola kala itu telah berhasil mendapatkan sponsor dan mulai berekspansi ke wilayah Eropa.
Padahal pada 1910, Pepsi berhasil membuka toko di 24 negara bagian dan menjual lebih dari 100 ribu galon per tahun. Di tahun yang sama dengan bangkrutnya Pepsi, Coca-Cola baru saja mempertahankan CEO-nya Robert W Woodruff yang telah menjabat selama 60 tahun.
Delapan tahun kemudian, Pepsi yang mulai merancak naik kembali gagal. Tapi kali ini, Pepsi benar-benar bangkit dengan berbagai strategi baru.
Setelah gagal untuk kedua kalinya, pada 1933, Pepsi berhasil menaikkan volume penjualan hingga dua kali lipat. Sementara lima tahun kemudian, Coca-Cola berhasil memasuki pasar Australia, Austria, Norwegia dan Afrika Selatan.
Akhir tahun lalu, Coca-Cola harus gigit jari setelah kontrak kerjasamanya dengan restoran cepat saji Buffalo Wild Bings resmi jatuh ke tangan pesaingnya, Pepsi. Kondisi tersebut membuat Pepsi mendapatkan satu poin baru dalam perangnya menghadapi popularitas Coca-Cola.
Dua minuman dengan rasa dan bentuk botol yang nyaris sama ini memang marak dijumpai di berbagai restoran cepat saji di berbagai pelosok dunia.
Persaingannya telah lama di kenal dengan sebutan `Soda Wars` atau perang soda. Ada juga yang menyebutnya The Coca-Cola Wars.
Dengan bentuk botol dan rasa yang nyaris sama, dua perusahaan minuman bersoda terus bergelut memasuki pasar-pasar makanan cepat saji termasuk KFC, Pizza Hut dan McDonald's.
Namun faktanya, berbagai restoran cepat saji yang menjamur di sejumlah negara punya pilihan sendiri di antara dua minuman tersebut.
Dengan banyaknya perusahaan cepat saji yang memilih Coca-Cola, minuman tersebut menjadi raja di yang mendominasi industri tersebut.
Hingga saat ini, Coca-Cola telah bekerjasama dengan 23 perusahaan besar seperti Burger King, Wendy's, McDonald's dan Pizza Papa Johns.
Jauh di bawahnya, Pepsi hanya mampu menembus masuk 11 restoran cepat saji termasuk Buffalo Wild Wings yang kontraknya baru saja berpindah tangan dari Coca-Cola ke pihaknya.
Tak hanya meluncurkan minuman bersoda, Coca-Cola juga terkenal dengan berbagai merek minuman dan makanan ringan. Hingga 2011, Coca-Cola telah memiliki 20 merek ternama.
15 nama diantaranya mampu mencetak volume penjualan hingga bernilai US$ 1 miliar. Diantaranya adalah Sprite, Fanta, Minute Maid, dan Caprisun.
Tak ketinggalan, Pepsi juga membawahi sejumlah merek makanan dan minuman ringan seperti Lay's, Ruffles, Quaker dan Cheetos. Hingga 2011, Pepsi telah memiliki 24 merek lain melalui sejumlah anak perusahaannya.
Berbicara mengenai logo, masing-masing dari perusahaan minuman bersoda itu telah berganti logo selama 11 kali. Pepsi terakhir mengganti logonya pada 2008, sementara Coca-Cola meluncurkan label terbarunya pada 2009.

Teori
Pengertian Iklan
1. Gilson & Berkman (1980):
Iklan merupakan media komunikasi persuasif yang dirancang untuk menghasilkan respon dan membantu tercapainya objektifitas atau tujuan pemasaran.
2. Russel & Lane (1990):
Suatu pesan yang dibayar oleh sponsor dan disampaikan melalui beberapa medium komunikasi massa.
3. Rhenald Kasali (1992):
Iklan didefinikan sebagi pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan untuk masyarakat melalui suatu media. Beda dengan pengumuman biasa, iklan lebih membujuk orang untuk membeli.

Syarat-syarat Iklan
Syarat-syarat iklan adalah sebagai berikut :
1. Bahasa Iklan
a. Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, sopan, dan logis
b. ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat dan sugestif
c. Disusun secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan
2. Isi iklan
a· objektif , jujur, singkat, dan jelas.
b· tidak menyinggung golongan tertentu atau produsen lain
c· menarik perhatian banyak orang.

Fungsi Iklan
Funsi Iklan sangat penting karena memiliki fungsi komunikasi yang kritis, yaitu: (Shimp,2000)
1.      Menginformasikan
Iklan membuat konsumen sadar akan adanya produk baru, memberikan informasi mengenai merk tertentu, dan menginformasikan karakteristik serta keunggulan suatu produk.
2.      Membujuk
Tujuan ini sangat penting pada tahap persaingan, dimana perusahaan ingin membangun permintaan selektif untuk produk tertentu (Kotler, 2000:578). Iklan yang efektif akan membujuk konsumen utnuk mencoba menggunakan/mengkonsumsi suatu produk.
3.      Mengingatkan
Iklan dapat membuat konsumen tetap ingat pada merk/produk perusahaan. Ketika timbul kebutuhan yang berkaitan dengan produk tertentu, konsumen akan mengingat iklan tentang produk tertentu.
4.      Memberikan Nilai Tambah
Iklan memberikan nilai tambah terhadap produk dan merk tertentu dengan cara mempengaruhi persepsi konsumen. Iklan yang efektif akan memberikan nilai tambah produk sehingga produk dipersepsikan lebih mewah, lebih bergaya, lebih bergengsi, bahkan melebihi apa yang ditawarkan oleh produk lain, dan secara keseluruhan memberikan kualitas yang lebih baik dari produk lainnya.
5.      Mendukung Usaha Promosi Lainnya
Iklan Dapat digunakan sebagai alat pendukung usaha promosi lainnya seperti sebagai alat untuk menyalurkan sales promotion, pendukung sales representative, meningkatkan hasil dari komunikasi pemasaran lainnya.

Etika Berniaga Nabi Muhammad SAW
Cara Berpikir dan BerEtika di dalam Bisnis Rasulullah SAW:
1. Jujur di dalam Bisnisnya, Kejuran adalah syarat fundamental dalam berbisnis yang di lakukkan oleh RasullAllah Muhammad SAW. Beliau pernah melarang para pedagang untuk meletakkan barang Busuk/jelek di dalam dagangannya. dan beliau selalu memberikan barang sesuai dengan seadannya dan terbaik bagi Konsumennya.
2. Berprinsip pada nilai Illahi, Bisnis yang di lakukkan tidak terlepas dari pengawasan Tuhan. Dan menyadarkan manusia sebagai makluk Illahiyah (berTuhan).
3. Prinsip kebebasan Individu yang bertanggung Jawab, Bukan bisnis hasil dari Paksaan atau Riba. Yang menjerat kebebasan Individu.
4. Bertanggung Jawab, Bertanggung Jawab moral kepada Tuhan atas perilaku Bisnisnya maupun Orang lain/Partner Bisnisnya maupun Konsumennya.
5. Keadilan dan Keseimbangan, Keadilan dan keseimbangan sosial, bukan hanya keuntungan semata tetapi Kemitraan/bantu membantu di dalam bisnisnya (Win-Win-Solution)
6. Tidak hanya mengejar keuntungan, dan berorientasi untuk menolong orang lain, Atau WIN Win Solution.
7. Berniat baik di Bisnisnya, berniat baik adalah Aset Paling berharga oleh pelaku Bisnis selain untuk menjadi terbaik tapi bermanfaat bagi orang lain.
8. Berani mewujudkan Mimpi, RasullAllah dari seorang penggembala Kambing, berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi, menjadi pedagang, lalu Manager hingga beliau mewujudkan cita-citanya menjadi Owner (Pemilik perusahaan) dengan menikahi Siti Khadijah. Beliau adalah Enterprenur Cerdas.
9. Branding/Menjaga nama baik, RasullAllah selalu menggunakan cara ini sebagai Modal Utama, Track Record sebagai orang Terpercaya (Al Amin), Justru paling di cari dan siapapun ingin bekerja sama dengannya.

Analisis
Dalam etika periklanan sudah dijelaskan bahwa setiap iklan tidak diperkenankan untuk saling menjatuhkan ataupun saling membandingkan produknya dengan produk pesaingnya, baik itu secara tersembunyi ataupun secara terang-terangan.
Pada gambar iklan yang pertama di atas terlihat secara mencolok bahwa salah satu produk mengilustrasikan dua  produk minuman yang dimana salah satu produk direndahkan dengan mengibaratkan sebuah sedotan yang tidak mau masuk ke dalam kaleng minuman tersebut, dimana kaleng tersebut diberi warna khusus yang mencolok pada salah satu merek minuman bersoda dan secara hiperbol menganggap sedotan yang pada dasarnya adalah benda mati seolah seperti benda hidup yang menghindari minuman tersebut.
Pada gambar kedua iklan tersebut jelas sangat menjatuhkan salah satu merek yakni dengan cara mencantumkan brand Coca-Cola lalu dibawahnya dibumbuhi tulisan second floor sementara dibawah Coca-Cola terpampang brand Pepsi lalu dibawahnya ditambahi tulisan every where. Itu mengartikan bahwa minuman Coca Cola menjadi brand yang kedua sedangkan Pepsi ada dimana saja.
Menurut saya dalam sebuah promosi atau iklan itu tidak boleh saling menjatuhkan antar produk dikarenakan itu bisa merugikan produk lain. Dan jika dilihat dalam pandangan islam salah satu etika dalam berbisnis yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yaitu bertanggung jawab, yakni bertanggung jawab moral kepada tuhan atas perilaku bisnisnya maupun orang lain / partner bisnisnya maupun konsumennya. Jika dilihat balik lagi pada iklan-iklan diatas itu sangat melenceng dari ajaran dan keteladanan Rasul dalam berniaga, karena dalam iklan tersebut dapat dilihat bahwa salah satu brand tidak bertanggungjawab moral kepada pesaing bisnisnya, dengan cara menjatuhkan brand produk pesaingnya.
Selain itu Rasul dalam berbisnis juga memberikan teladan bagi kita untuk menjaga nama baik (Branding), Rasulullah selalu menggunakan cara ini sebagai Modal Utama, itu pula yang membuat Rasul menjadi dipercaya orang dan siapapun ingin bekerja sama dengannya. Nah jika dilihat lagi dari iklan diatas itu menandakan bahwa iklan tersebut tidak bisa menjaga nama baik brandnya tanpa ia sadari masyarakat luas bisa menilai bahwa brand mereka yang menjatuhkan brand lain bisa saja menjadi jelek dimasyarakat, karena mereka telah menjatuhkan nama baik brand lawannya.
Dan jika dilihat dari segi fungsinya iklan tersebut tidak dapat memberikan nilai tambah bagi si pembuat iklan dalam hal ini yaitu Pepsi, karena dengan adanya iklan tersebut timbulah banyaknya komentar para netizen di sosial media yang mengkritik iklan tersebut. Alhasil bukan nilai tambah yang didapat malah komentar dan kritikan negatif dari masyarakat.
Oleh sebab itu bagi para produsen jika ingin membuat iklan buatlah iklan sebaik mungkin dengan memperhatikan berbagai aspek jangan sampai menjatuhkan pesaing dan tidak merugikan pihak lain, serta kalau bisa tidak mengandung SARA. Agar iklan tersebut dapat bermanfaat bagi produsen yang mengeluarkan iklan tersebut.

Referensi
http://harianlima.com/pengertian-iklan-108

Nama : Ainul Mawaddah
NPM : 10213491
Kelas : 4EA17
Mata Kuliah : Etika Bisnis