Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 04 April 2017

Strategy for Tes TOEFL Listening Comprehension





Haii Bloggers……..
Kali ini saya update mengenai “Strategy for Tes TOEFL Listening Comprehension” guna memenuhi tugas softskill Bahasa Inggris Bisnis 2. Semoga bisa bermanfaat juga buat bloggers semua yang ingin tahu bagaimana strategi untuk mengikuti tes TOEFL khusunya untuk tes listening baik itu yang Paper Based ataupun Computer Based……

Strategy for Tes TOEFL Listening Comprehension
Kunci umum
1.      Pahami bentuk-bentuk perintah (direction) pada masing-masing bagian (part) dengan baik sbelum hari H ujian.
2.      Bacalah pilihan pada masing-masing soal sebanyak mungkin ketika narator sedang membacakan direction dan contoh soal (example).
3.      Dengarkan dengan penuh konsentrasi dan focuskan perhatian anda pada percakapan yang sedang anda dengarkan.
4.      Memaksimalkan kemampuan listening anda pada soal-soal pertama pada masing part.

Part A: short conversation
1.      Fokuskan pendengaran anda pada orang kedua.
2.   Jangan panik jika tidak bisa memahami kata demi kata dalam percakapan secara komplit. Anda hanya perlu menangkap ide atau isi percakapan.
3.  Bila anda sma sekali tidak bisa memahami apa yang dibicarakan pembicara kedua, pilihlah jawaban yang paling berbeda dari apa yang anda dengar.
4. Pahami bentuk-bentuk funtional expression (agreement [persetujuan]), uncertainty (ketidakpastian), suggestion (sugesti), surprise (keterkejutan)), idiomatic, expression, dan situasi ketika pembicaraan dilakukan.

Part B: longer conversation
1.   Ketika narator membacakan direction part B anda sebaiknya membaca pilihan jawaban secara sekilas kemudian merekamnya dan memeperkirakan tema apa yang akan menjadi perbincangan.
2.      Ketika menyimak conversation, anda harus mengetahui apa tema/topik yang dibicarakan.
3.      Waspadalah terhadap masing-masing pertanyaan.
4.   Cermati kondisi dan situasi yang terjadi selama percakapan berlangsung, yakni menyangkut tempat dan waktu pembicaraan, apa dan siapa yang dibicarakan.

Part C: talks
1.   Bila anda memiliki waktu, lihatlah pilihan-pilihan jawaban yang tertera pada lembar soal dan temukan kata kuncinya.
2.     Waspadailah pembicaraan pada kalimat pertama karena biasanya akan menjadi topik bagi kalimat-kalimat selanjutnya.
3.    Fokuskan pendengaran anda pada hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan 5W-H (what, who, when, where, why ) dan How.
4.      Buatlah kesimpulan/inferasi atas situasi yang terjadi saat pembicaraan dilakukan.

Sumber :
http://www.geniustoefl.com/artikel-ilmu-kunci-toefl/artikel/pengantar-toefl/strategi-dan-tips-lulus-tes-toefl-dengan-skor-tinggi


Nama : Ainul Mawaddah
NPM : 10213491
Mata Kuliah : Bahasa Inggris Bisnis 2
Kelas : 4EA17

Sabtu, 11 Maret 2017

Perbedaan PBT-TEOFL dengan CPT-TOEFL

Haii Bloggers……..
Kali ini saya update mengenai “Perbedaan PBT-TEOFL dengan CPT-TOEFL” guna memenuhi tugas softskill Bahasa Inggris Bisnis 2. Semoga bisa bermanfaat juga buat bloggers semua yang ingin tahu perbedaan kedua jenis TOEFL tersebut……

Perbedaan Paper Based Test TEOFL dengan Computer Based Test TOEFL :

PBT-TOEFL atau Paper Based Test TOEFL atau dalam bahasa kita adalah tes TOEFL berbasis kertas. Seperti namanya, tes ini dilakukan di atas kertas dengan tiga sesi ujian yaitu Listening, Structure, dan Reading. Jenis TOEFL ini memiliki rentang nilai atau skor dari 310 hingga 677 sebagai nilai paling maksimum. Tes ini berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam. Saat ini, PBT-TOEFL sudah tidak diberlakukan lagi di lingkup internasional, kecuali beberapa negara saja. Namun, ada banyak instansi lokal di Indonesia yang masih mau menerima hasil score PBT-TOEFL.

Sedangkan, CPT-TOFL atau Computer Based Test TOEFL atau tes TOEFL berbasis komputer. Tes ini menggunakan perangkat lunak resmi yang diterbitkan oleh ETS sebagai media pengujian. Dengan kata lain, peserta ujian mengerjakan soal-soal ujian TOEFL berbasis komputer. Pada tes jenis ini terdapat empat sesi ujian yaitu Listening, Structure, Reading, dan Writing. Selain itu, tes ini berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam. CBT-TOEFL memiliki rentang nilai antara nol hingga 330 sebagai nilai paling tinggi.

Sumber :

Nama   : Ainul Mawaddah
NPM   : 10213491
Kelas   : 4EA17
Matkul : Bahasa Inggris Bisnis 2

Minggu, 01 Januari 2017

Penertiban PKL di Sebrang Jalan Stasiun Tanah Abang

Haii Bloggers……..
Kali ini saya update mengenai “Penertiban PKL di Sebrang Jalan Stasiun Tanah Abang” guna memenuhi tugas softskill Etika Bisnis. Semoga bermanfaat buat bloggers semuaaa…

PENDAHULUAN
Akhir-akhir ini banyak sekali berita penggusuran Pedagang Kaki Lima atau PKL di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pemerintah kota Jakarta ingin wilayah Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia menjadi bersih dan tertata rapih seperti ibu kota negara-negara lain. Selain itu pemerintah kota Jakarta juga ingin kota Jakarta terbebas dari kemacetan lalu lintas, bebas dari wilayah kumuh, pengemis dan pengamen. Untuk itu langkah yang dilakukan oleh pemerintah kota Jakarta yaitu dengan melakukan penggusuran pedagang kaki lima yang berjual bukan pada tempatnya seperti dipinggir jalan atau badan jalan dan trotoar yang bisa menimbulkan kemacetan jga karena lahan jalan untuk jalan kendaraan terpakai sedikit untuk berjualan. Dalam penulisan ini penulis mengambil contoh kasus penggusuran PKL di sebrang stasiun kereta api di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dimana penggusuran tersebut terjadi pada jumat, 3 juni 2016.

TEORI
ETIKA BISNIS
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1.      Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
2.      Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3.      Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.


UTILITARIAN
Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. "Utilitarianisme" berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). Utilitarianisme sebagai teori sistematis pertama kali dipaparkan oleh Jeremy Bentham dan muridnya, John Stuart Mill (1748-1832). Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak.

I       Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
a.       MANFAAT
b.      MANFAAT TERBESAR
c.       MANFAAT TERBESAR BAGI SEBANYAK MUNGKIN ORANG

II         Nilai Positif Etika Utilitarianisme
a.       Rasionalitas
b.      Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral
c.       Universalitas

III         Utilitarianisme sebagai proses dan standar penilaian
a.    Etika utilitarianisme digunakan sebagai proses untuk mengambil keputusan, kebijaksanaan, atau untuk bertindak.
b.  Etika utilitarianisme sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan.

IV      Analisis Keuntungan dan Kerugian
a.     Keuntungan dan kerugian, cost and benefits, yang dianalisis tidak dipusatkan pada keuntungan dan kerugian perusahaan.
b.      Analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dalam kerangka uang
c.       Analisis keuntungan dan kerugian untuk jangka panjang

V       Kelemahan Etika Utilitarianisme
Satu rangkaian masalah dalam kaitannya dengan utilitarianisme terfokus pada hambatan-hambatan yang dihadapi saat menilai atau mengukur utilitas, yaitu:
1.   Bagaimana nilai utilitas (manfaat) dari berbagai tindakan yang berbeda pada orang-orang yang berbeda dapat diukur dan dibandingkan seperti yang dinyatakan dalam utilitarianisme.
2.      Biaya dan keuntungan tertentu tampak sangat sulit dinilai.
3.   Karena banyak keuntungan dan biaya dari suatu tindakan tidak dapat diprediksi dengan  baik, maka penilaiannya pun juga tidak dapat dilakukan dengan baik.
4.    Sampai saat ini masih belum jelas apa yang bisa dihitung sebagi keuntungan dan apa yang bisa dihitung sebagai biaya.
5. Asumsi utilitarian menyatakan bahwa semua barang adalah dapat diukur atau dinilai mengimplikasikan bahwa semua baang dapat diperdagangkan.

ANALISIS

KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA

(Pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang kembali marak jelang bulan Ramadhan, Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2016). PKL paling banyak berada di seberang Stasiun Tanah Abang.)

JAKARTA, KOMPAS.com — Pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang kian marak jelang Ramadhan. Para PKL itu mengokupasi trotoar dan jalan di Tanah Abang.
PKL Tanah Abang didominasi oleh pedagang pakaian. Setelah itu, pedagang minuman kopi dan makanan. Letak PKL Tanah Abang hampir di sekeliling pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu.
Letak PKL yang paling banyak ada di seberang Stasiun Tanah Abang. Sebagian besar PKL di tempat itu berjualan pakaian. Dagangan mereka menutupi trotoar untuk pejalan kaki.
Bahkan, ada beberapa pedagang yang memakan badan jalan. Akhirnya, pejalan kaki pun terpaksa melintas di luar trotoar.
Adi (29), salah satu PKL pakaian di Tanah Abang, mengatakan terpaksa berjualan di trotoar dan badan jalan lantaran banyak pembeli. Ia pun tahu aturan dan risiko berjualan di tempat tersebut.
"Pembelinya banyak karena letaknya strategis di depan stasiun," kata Adi saat berbincang dengan Kompas.com di Jakarta, Jumat (3/6/2016).
Terlebih lagi menjelang Ramadhan. Menurut Adi, pembeli akan semakin banyak lantaran Tanah Abang akan diserbu pengunjung.
Nuni (45), salah seorang pembeli, mengungkapkan beberapa alasan membeli dagangan PKL Tanah Abang. Salah satunya yaitu tidak perlu berdesak-desakkan dan berjalan jauh ke Pusat Grosir Tanah Abang. Harga di PKL pun lebih menggiurkan.
"Kalau enggak ada barang bagus, baru saya ke sana. Tapi kayaknya sih sama aja di PKL barangnya," kata Nuni.
Pantauan Kompas.com, ada dua mobil Satpol PP di depan Stasiun Tanah Abang. Namun, tak ada satu pun petugas Satpol PP di dalam mobil tersebut. Petugas Satpol PP hanya terlihat di beberapa titik Pusat Grosir Tanah Abang. Selain itu, tak ada penertiban yang dilakukan oleh petugas.
Sebelumnya, kericuhan mewarnai rencana penertiban PKL di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (2/6/2016).
Sejumlah pedagang dibantu warga sekitar melakukan perlawanan sehingga menyebabkan personel Satpol PP terluka dan batal melakukan penertiban.
"Tadi pedagang bersama warga melakukan perlawanan dan beberapa anggota kami dipukul, maka kami putuskan mundur," kata Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Iyan Sophian Hadi.

Berikut hasil analisisnya :

Kalau dilihat dari sisi utilitariannya PKL tersebut memang ada sisi positifnya bagi masyarakat karena posisinya yang dekat dengan lingkungan masyarakat lebih tepatnya di stasiun kereta yang banyak dilalui oleh masyarakat, jadi kalau ada yang butuh sesautu secara mendadak harus dipenuhi kebutuhannya bisa langsung datang ke PKL yang menjual kebutuhan tersebut, terlebih harganya bisa lebih murah jika dibandingkan dengan membelinya di minimarket atau supermarket.

Tetapi selain sisi positif PKL juga memiliki sisi negatif yakni dengan berjualan di sebrang jalan stasiun lebih tepatnya di pinggir jalan stasiun atau trotoar bisa mengakibatkan jalanan ataupun trotoar tempat mereka berjualan tersebut menjadi kotor dan kelihatan kumuh, membuat tatanan jalan stasiun  jadi tidak bagus atau tidak rapih, dan juga jika berjualanyya di trotoar jalan stasiun akan memakan lahan para pejalan kaki untuk berjalan kaki di trotoar stasiun tersebut, serta jika berjualannya dipinggiran jalan stasiun bisa menimbulkan kemacetan karena para pembeli di PKL tersebut akan berkerumunan menghampiri PKL tersebut. Selain sisi negatif bagi masyarakat, PKL juga memiliki sisi negatif juga bagi pemerintah krena bisa menghambat pemerintah untuk menjalankan tugasnya untuk menertibkan dan menata jalan agar bersih dan tidak kumuh. Juga bagi para pesaing seperti minimarket, supermarket atau pun pedagang-pedagang lain selain PKL, kehadirkan PKL juga dapat merugikan mereka karena PKL bisa menjual barang dagangnya dengan harga jauh lebih murah dibandingkan dengan para pesaing-pesaingnya yang lain.

Meski demikian saran dari saya seharunya pemerintah kota Jakarta juga tidak hanya melakukan penggusuran kepada pedagang kaki lima atau PKL tersebut tetapi juga bisa memberikan solusi dimana PKL tersebut bisa berjualan tanpa harus melanggar peraturan yang telah dibuat dengan berjualan dipinggir jalan. Memberikan solusi tersebut misalnya bisa dengan cara menyediakan tempat bagi para PKL untuk berjualan sehingga mereka setelah digusur tidak merasa kehilangan tempat untuk berjualan lagi, karena jika tidak mereka tidak bisa berjualan lagi alhasil mereka bisa merasa kehilangan peluang untuk mencari rejeki secara halal akibatnya mereka memilih cara yang tidak halal untuk mencari rejeki seperti mencuri, merampok, dan tindak criminal lainnya. Selain bisa menambah angka kriminalitas di Jakarta, hal tersebut juga bisa menambah angka kemiskinan di Jakarta.

REFERENSI

Nama   : Ainul Mawaddah
NPM   : 10213491
Kelas   : 4EA17
Matkul : Etika Bisnis


Jumat, 11 November 2016

Pencemaran dan Etika Bisnis Peternakan Sapi

Haii Bloggers……..
Kali ini saya update mengenai “Pencemaran dan Etika Bisnis Peternakan Sapi” guna memenuhi tugas softskill Etika Bisnis. Semoga bermanfaat buat bloggers semuaaa…

PENDAHULUAN
Dalam berbisnis sebaiknya para pebisnis juga memperhatikan lingkungan sekitar bisnis tersebut, termasuk pencemaran yang akan ditimbulkan bagi lingkungan sekitar bisnis, dalam dunia bisnis yang kita kenal ada yang namanya analisis dampak lingkungan atau AMDAL. Bisnis yang sering menimbulkan pencemaran bagi lingkungan selain industry (psbrik), yaitu bisnis pertanian dan peternalan. Pertanian dan peternakan yang dijalankan dengan cara bisnis besar-besaran tidak terluput lagi dari pencemaran. Terutama peternakan selain limbah kotoran hewan, kebisingan suara hewan, serta baunya terlebih jika kandang jarang dibersihkan. Oleh karena itu penulis ingin mengambil kasus peternakan sapi yang posisinya dekat dengan rumah penulis, jadi penulis bisa merasakan sendiri dampak dari pencemarannya.

TEORI
PENCEMARAN DAN ETIKA LINGKUNGAN
Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
Terdapat 3 (tiga) pandangan teori mengenai etika lingkungan, sebagaimana diuraikan sebagai berikut:
1.      Teori Antroposentrisme
Teori ini memandang manusia sebagai pusat dari system alam semesta. Manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitannya dengan alam, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Segala sesuatu yang lain di alam semesta ini hanya akan mendapat perhatian dan nilai sejauh menunjang kepentingan manusia. Bagi teori ini etika hanya berlaku bagi manusia, segala tuntutan terhadap kewajiban dan tanggungjawab moral manusia terhadap lingkungan hidup dianggap sesuatu yang berlebihan, kalaupun ada itu semata-mata demi memenuhi kepentingan sesama manusia.
Teori semacam ini dinilai bersifat instrumentalistik (karena meng­anggap pola hubungan manusia dan alam dilihat hanya dalam relasi instru­mental, kalaupun peduli demi memenuhi kebutuhan manusia) dan egoistis (karena hanya mengutamakan kepentingan manusia).
2.      Teori Biosentrisme
Teori ini menganggap alam mempunyai nilai pada dirinya sendiri lepas dari kepentingan manusia. Ciri etika ini adalah biocentric, karena menganggap setiap kehidupan dan makhluk hidup mempunyai nilai dan berharga pada dirinya sendiri. Alam perlu diperlakukan secara moral terlepas dari apakah ia berguna atau tidak bagi manusia. Sehingga etika tidak lagi dipahami secara terbatas pada komunitas manusia, namun berlaku juga bagi seluruh komunitas biotis, termasuk komunitas makhluk hidup lain.
3.      Teori Ekosentrisme
Etika ini memusatkan pada seluruh komunitas ekologis baik yang hidup maupun tidak, karena secara ekologis makhluk hidup dan benda-benda abiotis lainnya saling terkait satu sama lain. Salah satu versi yang terkenal dari teori ini adalah Deep Ecology.
Teori ini memusatkan perhatian pada kepada semua spesies, termasuk spesies bukan manusia, dan menekankan perhatiannya pada jangka panjang, dan tak kalah pentingnya merupakan gerakan diantara orang-orang yang mempunyai sikap dan keyakinan yang sama, mendukung suatu gaya hidup yang selaras dengan alam, dan sama-sama memperjuangkan isu  lingkungan dan politik.
ETIKA BISNIS
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1.      Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
2.      Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3.      Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
AMDAL
Analisis dampak lingkungan (bahasa Inggris:Environmental impact assessment) atau Analisis mengenai dampak lingkungan (di Indonesia, dikenal dengan nama AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural. Dasar hokum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang “Izin Lingkungan Hidup”.

ANALISIS
Analisis mengenai pencemaran yang ditimbulkan dari sebuah bisnis peternakan sapi, penulis menggunakan pendekatan analisis dampak lingkungan atau AMDAL serta jika dikaitkan dengan etika bisnis. Peternakan merupakan suatu bisnis yang rentan dengan pencemaran. Berikut dampak negatif dan positifnya.
Dampak negatif dari pencemaran yang berdampak buruk bagi warga sekitar dari bisnis peternakan sapi, seperti dampak dari kotoran sapi tersebut jika kotorannya menumpuk atau jarang dibersihkan akan menimbulkan bau kotoran bagi warga yang melewati kandang peternakan sapi tersebut, terlebih jika ampas tahu makanan sapi tersebut ingin dibawa ke kandang sapi akan menimbulkan bau yang sangat tidak sedap yang bisa tercium oleh warga karena posisi kandang peternakan sapi tersebut berada di tengah-tengah rumah warga. Selain menimbulkan bau yang tidak sedap juga bisa menimbulkan lalat di depan rumah warga sekitar. Suara sapi-sapi tersebut juga sering terdengar ke rumah-rumah warga dan terkadang suka menggnggu. Selain itu, saluran air got menjadi tercemar karena saat kandang dibersihkan air yang telah dipakai untuk membersihkan kandang tersebut mengalir ke saluran air got yang letaknya pinggir jalan alhasil saluran air got tersebut menjadi tercemar warna air got tersebut berwarna hijau dan mengeluarkan bau seperti bau kotoran sapi sehingga banyak lalat. Keadaan tersebut, bisa menimbulkan penyakit bagi warga sekitar karena lingkungan yang tidak sehat seperti banyak lalat dan saluran air got yang tercemar. Jika dilihat dari analisis dampak lingkungan atau AMDAL, maka bisnis tersebut saya anggap kurang dalam melakukan kajian mengenai dampak besar bisnis tersebut bagi lingkungan. Dan jika dikaitkan dengan etika bisnis, jika dalam bisnis tersebut banyak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar maka etika bisnisnya kurang baik. Untuk menilai etika bisnisnya maka kita tidak boleh jika hanya melihat dari satu sisi yaitu sisi negatifnya saja tetapi kita harus lihat juga apa dampak positif dari bisnis tersebut.
Dari sisi positif, peternakan sapi tersebut memiliki keuntungan bagi masyarakat sekitar seperti bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi susu sapi murni masyarakat bisa langsung datang ke tempat peternakan tersebut. Kotoran sapi tersebut meskipun itu termask limbah tetapi bisa diolah menjadi pupuk non organikb yang bagus buat tanah dan biasa digunakan oleh para petani atau orang yang suka berkebun untuk menyuburkan tanamannya, dan jika kotoran sapi tersebut tidak sengaja terdapat di tanah sekitar keliling kandang dan kotoran sapi tersebut mongering, maka bisamenyuburkan tanah sekeliling kandang. Bagi warga yang ingin melakukan penelitian atau observasi mengenai peternakan sapi bisa langsung datang ke peternakan tersebut karena keadaan peternakan yang terbuka. Ternyata jika dilihat lebih dalam lagi bisnis peternakan sapi tidak hanya memberikan dampak negatif bagi lingkungan akibat pencemaran yang dihasilkan tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Oleh sebab itu etika bisnis yang terdapat dalam kasus bisnis peternakan sapi tersbut jika dilihat dari berbagai aspek dan penilaian negatif dan positifnya bisnis tersebut layak tetapi untuk lebih mengedepankan etika bisnisnya perlu dikaji lagi mengenai kegiatan bisnis yang dilakukan seperti bagaimana cara menanggulangi saluran air yang sudah tercemar, serta mengatasi berbagai macam permasalahan lainnya.
Menurut saya sebelum memulai bisnis kita harus terlebih dahulu mencari tahu apa dampak negatif dan positif bagi lingkungan sekitar, lalu bagaimana dengan etika bisnisnya apa bisnis tersebut memiliki etika bisnis yang baik atau malah sebaliknya. Jika perlu sebelum memulai usaha terlebih dahulu melakukan kajian mengenai dampak besar usaha tersebut bagi lingkungan, sebagai langkah awal juga untuk mendapatkan rekomendasi izin usaha.

REFERENSI

Nama   : Ainul Mawaddah
NPM   : 10213491
Kelas   : 4EA17
Matkul : Etika Bisnis





Selasa, 01 November 2016

Kecurangan dalam Berdagang

Pendahuluan
Dalam menekuni sebuah usaha entah itu berdagang sebuah barang atau jasa, semua pelaku usaha pasti ingin mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya. Unruk mendapatkan keuntungan banyak para pelaku usaha berlomkba-lomba mewlakukan berbagai cara agar dapat menarik para konsumen unruk membeli atau menggunakan produknya, ironisnya untuk menarik konsumen banyak pelaku usaha yang berbuat curang agar keuntungan yang didapat bisa berlebih dari yang biasa mereka dapatkan. Tidak dapat dipungkiri saat ini banyak pelaku usaha yang ingin produk yang dijualnya cepat laku mereka mwmbwrikan diskon sebesar-besarnya terutama pada hari-hari besar tertentu seperti saat menjelang lebaran tiba tidak tanggung-tanggung diskon yang diberikan bisa mencapai 75%, tetapi sebelum harga tersebut dicantumkan lebel diskon harga produk tersebut sebelumnya sudah dinaikkan terlebih dahulu, ini jelas pelaku usaha tersebut telah menipu konsumennya. Sedangkan didalam etika bisnis sorang pelaku usaha seharusnya dalam brbisnis itu harus jujur dan bertanggungjawab. Hal tersebut yang akan dibahas pada tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat.

Teori
Pengertian Diskon
Diskon menurut McCarthy adalah pengurangan dari harga tercatat yang diajukan penjual kepada pembeli yang apakah tidak melakukan fungsi pemasaran tertentu atau melakukan fungsi pemasaran atau melakukan sendiri fungsi itu. Sedangkan menurut Kotler, diskon yaitu penyesuaian harga dasar untuk memberikan penghargaan pada pelanggan atas reaksi-reaksi tertentu, seperti pembayaran tagihan lebih awal, volume pembelian, dan pembelian di luar musim.
Jenis-jenis Diskon
Dari pendapat ahli mengenai pengertian diskon diatas, selanjutnya McCarthy dan Pereault membagi diskon menjadi :
a.       Quantity Discount yaitu penawaran diskon untuk mendorong para pelanggan membelin dalam jumlah yang lebih besar.
b.      Cumulative Quantity Discount yaitu diskon yang diterapkan dalam pembelian selama periode tertentu dan biasanya diskon tersebut meningkat ketika jumlah pembelian juga meningkat.
c.       Noncumulative Quantity Discount yaitu diskon yang hanya berlaku untuk pesanan individual.
d.      Seasonal Discount yaitu  diskon yang ditawarkan untuk mendorong para pembeli menyimpan sediaan lebih awal ketimbang yang diperlukan saat ini.
e.       Cash Discount yaitu pengurangan harga untuk mendorong pembeli membayar tagihan mereka dengan cepat.
f.       2/10, Net 30 berarti bahwa penjual memberikan potongan dua persen dari harga resmi yang tercantum dalam faktur apabila pembeli melunasi tagihan dalam 10 hari. Jikja tidak, nilai penuhnya harus dibayar dalam 30 hari.
g.      Discount Fungsional yaitu pengurangan harga tercatat yang diberikan kepada anggota saluran atas pekerjaan yang akan mereka lakukan.
h.      Sale price yaitu potongan harga temporer dari harga tercatat atau resmi.
Tujuan Penetapan Diskon
Menurut Sutisna tujuan pemberian diskon adalah :
1.      Mendorong pembeli dalam jumlah besar
2.      Mendorong agar pembeli dapat dilakukan dengan kontan atau waktu yang lebih pendek
3.      Mengikat pelanggan agar tidak berpindah ke perusahaan lain

Pembahasan
Pada saat menjelang hari-hari besar seperti saat menjelang hari lebaran banyak sekali pelaku-pelaku usaha yang memberikan diskon pada produk yang dijualnya. Hal tersebut mereka lakukan karena mmenjelang hari-hari besar tersebut tingkat penjualan mereka akan bertambah, agar konsumen mereka lebih loyal lagi terhadap mereka maka mereka memberikan potongan harga untuk membuat konsumen lebih tertarik berbelanja lebih banyak lagi di tempat mereka. Tempat-tempat usaha seperti Robinson dan Carefour juga melakukan hal tersebut, pada hari-hari biasa mereka juga menetapkan diskon tetapi saat menjeang hari-hari besar diskon yang ditawarkan akan bertambah tinggi membuat para konsumen semakin tergiur, apalagi kalangan para ibu-ibu rumah tangga yang senang melihat diskon.
Begitu pula dengan ibu saya dan saya sendiri senang jika ada diskon apalagi kalau diskon tersebut diberikian pada barang yang ingin saya beli. Pengalaman saya saat berbelanja menjelang hari lebaran idul fitri tiba, saya dan ibu saya pergi berbelanja ke Robinson sampai disana kami melihat ada harga sepatu yang didiskon sampai sekitar 70% setelah dipotong harganya menjadi Rp 100.000 sekian, namun beberapa hari setelahnya belum mencapai satu minggu hanya selang sekitar 2 atau 3 hari, saya dan ibu saya pergi ke carefour setelah sampai disana saya dan ibu saya melihat sepatu dengan merek yang sama diberikan diskon yang sama sekitar 70% tetapi harga setelah dipotong jadi berbeda dengan harga di robinson sekitar Rp 90.000. Dan setelah di cek ternyata harga sebelum didiskonnya berbeda sangat signifikan bedanya hingga mencapai Rp 10.000 lebih sekian, jadi saya menarik kesimpulan bahwa di Robinson sebelum memberikan diskon harga tersebut sudah dinaikkan. Mungkin itu termasuk dalam taktik atau strategi penjualannya tetapi menurut saya perbedaan harga yang lumayan itu yang menjadi masalah dan saya sebagai konsumen merasa kecewa berbelanja di robinson karena setelah tahu bahwa mereka sebelum memberikan diskon harganya telah dinaikkan terlebih dahulu dengan kenaikan yang cukup lumayan menurut saya.

Referensi

Nama   : Ainul Mawaddah
NPM   : 10213491

Matkul : Etika Bisnis